................................... ...................................
Agen Bola Tags Populer: #Contoh Proposal #Contoh Surat #Autolike Update #Belanja Online
Saturday, June 25, 2011

Bahan Plastik Termosetting

Bahan Plastik
Istilah plastik mencakup semua bahan yang mampu dibentuk. Dalam pengetian modern yang lebih luas, plastik mencakup semua bahan sintetik organik yang berubah menjadi plastis setelah dipanaskan dan mampu dibentuk dibawah pengaruh tekanan. Bahan ini secara bertahap mulai menggantikan gelas, kayu, dan logam dibidang industri bangunan dan digunakan juga sebagai pelapis dan serat untuk tekstil.

Keuntungan dan keterbatasan
Resin plastik dapat digunakan untuk membuat produk dengan dimensi bertoleransi ketat dan penyelesaiannya permukaan yang baik. Seringkali plastik dapat menggantikan kedudukan logam, terutama bila produk harus ringan tahan kelembaban dan tahan korosi dan memiliki kekuatan dielektrik yang baik bahan tersebut bening atau berwarna, dapat menyerap getaran dan bunyi dan seringkali lebih mudah dibentuk dibandingkan dengan logam. Dewasa ini dijumpai berbagai jenis plastik dengan berbagai sifat fisik. Meskipun begitu umumnya daya guna plastik agak terbatas oleh karena kekuatannya yang rendah, tidak tahan panas, stabilitas dimensi rendah dan harga yang relatif tinggi. Dibandingkan dengan logam, plastik lebih mudah lunak, tidak ulet dan mudah rusak pada suhu rendah. Banyak jenis plastik yang mudah terbakar ataupun lapuk dibawah pengaruh sinar matahari. Untungnya plastik memiliki kombinasi beberapa sifat yang baik.

Jenis Plastik
Plastik dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu plastik jenis termoseting dan jenis termoplastik. Pada waktu pemberian bentuknya plastik termoseting memerlukan panas dengan atau tanpa tekanan dan menghasilkan produk yang tetap keras. Mula-mula panas yang diberikan melunakan bahan plastiknya akan tetapi panas tambahan atau bahan kimia khusus akan menimbulkan perubahan kimiawi yang disebut polimerisasi dan sesudah itu plastik tidak dapat dilunakan lagi. Polimerisasi adalah suatu proses kimia yang menghasilkan susunan baru dengan berat molekul yang lebih besar dari bahan semula.
Proses pemberian bentuk plastik termoseting mencakup penekanan atau pencetakan transfer, pengecoran, laminasi, dan impregnasi. Plastik termosetting dapat juga digunakan untuk membuat busa yang tegar dan fleksibel. Bahan termoplastik tidak mengalami perubahan dalam susunan kimia sewaktu dicetak dan tidak akan menjadi keras meskipun ditekan dan dipanaskan. Jenis plastik ini tetap lunak pada suhu yang tinggi dan baru mengeras apabila didinginkan. Selain itu termoplastik dapat dicairkan kembali berulang-ulang dengan pemanasan kembali. Bahan termoplastik terutama dibentuk dengan cara pencetakan injeksi atau tiup, ekstrusi, pembentukan termal dan penggilingan.

Bahan Baku
Berbagai bentuk pertanian, mineral, dan bahan organik seperti batu bara, gas alam, minyak bumi, batu kapur, silika, dan belerang merupakan bahan baku plastik. Pada waktu proses pembuatan, ditambahkan berbagai bahan lainnya seperti zat pewarna, pelarut, pelumas, plastiserdan bahan pengisi. Bubuk kayu tepung, kapas, serat kain-kainan, asbes, serbuk logam, grafit, gelas, lempung dan tanah kesrik merupakan bahan pengisi utama. Produk-produk seperti kursi plastik, kain plastik, tempat sampah, kerangka mesin, koper, topi keselamatan, alat pancing, dan berbagai suku cadang menggunakan berbagai bahan pengisi.
Bahan pengisi dapat mengurangi harga, menurunkan pengurutan, meningkatkan daya tahan panas, meningkatkan kekuatan impak dan dapat menghasilkan sifat-sifat lainnya yang berguna pada produk. Plastiser atau pelarut digunakan pada beberapa jenis plastik untuk pelunak atau untuk meningkatkan mampu alirnya dalam cetakan. Pelarut juga meningkatkan karakteristik cetak dari bahan. Pelumas juga meningkatkan karakteristik cetak bahan. Semua bahan pencampur tadi ditambahkan pada butiran resin sebelum dicetak.

Bahan Termoseting
yaitu plastik yang dalam proses pembentukannya memerlukan panas (untuk melunakkan bahan plastiknya) dan dengan menambahkan unsur kimia tertentu akan menimbulkan perubahan kimiawi (polimerisasi), sesudah itu plastik mengeras dan tidak akan menjadi lunak walaupun dipanaskan kembali.
Ciri-ciri Termoseting
Tidak dapat didaur ulang, Reaksi pengerasan Cepat, Dipasarkan dalam bentuk cairan atau campuran yang terpolimerasisasi sebagian.
Bahan termoseting adalah sebagai berikut:
a. Resin Phenol
Resin phenol dikembangkan oleh Dr. Baekeland dan merupakan salah satu bahan plastik termoseting banyak digunakan dibidang industri. Resin plastik ini dibuat dengan mereaksikan phenol dengan formaldehida. Sifat bahan keras, kuat dan awet dan dapat dicetak dibawah berbagai kondisi. Bahan tersebut mempunyai daya tahan panas dan air yang baik, dan dapat diberi macam-macam warna. Resin phenol banyak digunakan untuk bahan pelapis dan laminating, pengikat batu gerinda dan pengika logam atau gelas dan dapat dicetak menjadi kotak, tusuk kontak listrik, tutup botol, penunjuk, tangkai pisau, kotak radio, dan TV. Dicampur dengan berbagai serbuk kayu, tahi gergaji atau serutan, menghasilkan lempengan dan dipengecoran dapat dimanfaatkan sebagai pengikat pasir membentuk inti dan cetakan. Bahan phenol dicetak dengan tekanan atau cetak transfer.
b. Resin Amino
Resin yang terpenting ialah formaldehida urea dan formaldehida-melamin, resin ini juga bersifat termoseting dan dipasarkan dalam bentuk serbuk untuk dicetak atau dalam bentuk larutan untuk perekat. Untuk meningkatkan sifat mekanik dan listrik dapat ditambahkan bahan pengisi, karena melamin mempunyai sifat mampu alir yang sangat baik, melamin dicetak transfer untuk sendok dan garpu. Bagian dari perapian (ignition), knop dan rumah alat cukup listrik. Resin urea dapat dicetak tekan atau transfer, memiliki permukaan yang keras dan mempunyai nilai dielektrik yang tinggi dan dapat diberi berbagai jenis warna, jenis produk meliputi: rumah alat peralatan listrik, alat pemutus hubungan listrik, dan kancing. Kedua jenis resin tersebut banyak digunakan sebagai perekat dan pelapis kayu atau kertas. Selain itu bahan ini dimanfaatkan juga untuk mencegah berkerut dan kusutnya kain katun dan untuk mencegah mengusutnya kayu.

c. Resin furan
Resin Furan berasal dari pengolahan limbah pertanian seperti tongkol jagung dan biji kipas. Warna produknya agak tua, tahan air dan mempunyai sifat-sifat listrik yang baik. Resin furan dapat digunakan pula sebagai pengikat inti pasir, pengeras campuran gip dan pengikat berbagai produk yang terdiri dari campuran grafit.

d. Epoksida
Resin epoksida banyak dipakai untuk pengecoran, pelapisan dan perlindungan bagian-bagian listrik, campuran cat dan perekat. Resin yang telah diawetkan mempunyai sifat-sifat daya tahan kimia dan stabilitas dimensi yang baik, sifat-sifat listrik yang baik, kuat dan daya lekat pada gelas dan logam yang baik. Bahan ini dapat juga digunakan untuk membuat panel sirkuit cetak, tangki, jig dan cetakan. Karena resin epoksi tahan aus dan tahan kejut, bahan ini kini banyak digunakan untuk membuat cetakan tekan untuk pembentukan logam.

e. Silikon
Polimer dengan bahan dasar silikon berbeda sekali dengan bahan plastik lainnya dengan bahan dasar atom karbon. Kelompok ini memiliki beragam sifat bahan industri seperti minyak, gemuk, resin, perekat dan karet. Sifat khas utama meliputi stabilitas, ketahanan terhadap suhu tinggi untuk waktu yang lama, kedap air dan karakteristik suhu rendah dan listrik yang baik. Beberapa jenis minyak dan gemuk tetap berfungsi pada jangkauan suhu antara -40 derajat C sampai dengan 260 derajat C. Resin silikon dapat dicetak, dilapiskanatau dibentuk menjadi lembaran atau balok busa. Karet silikon dapat dicetak atau diekstrusi, digunakan sebagai gasket, penyambung listrik, pelindung alat-alat elektronika, kain kaca atau bahan sebagain bahan perendam getaran. Resin silikon diperdagangkan sebagai cairan atau sebagai serbuk. Karena harganya cukup tinggi, resin silikon hanya digunakan sebagai cairan atau serbuk. Karena harganya cukup tinggi, resin silikon hanya digunakan bila diperlukan demi sifat-sifatnya yang khusus. Rasin silikon dibentuk secara cetak tekan, cetak transfer, ekstrusi atau dicor.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Sahabat. Jangan malu untuk menulis komentar. Pembaca yang baik akan selalu berkomentar Positif. Semoga komentar anda dapat memberi inspirasi bagi penulis. Dimohon untuk tidak berkomentar dengan Kata-kata yang dianggap tidak sopan. "Komentar Akan di Moderasi" Terimakasih dan Mohon Maaf Jika Komentar Lambat di Respon... Tinggalkan jejakmu Dibawah ini:

Terima Kasih Sudah Menyempatkan Waktu untuk Berkomentar

Linkon Bedava - Free Backlink
free counters
Quick Random Post