................................... ...................................
Tags Populer: #Contoh Proposal #Contoh Surat #Autolike Update #Belanja Online
Thursday, October 01, 2015

HARI PANGAN SEDUNIA: Petani Pejuang Pangan dan Gizi Bangsaku

HARI PANGAN SEDUNIA: Petani Pejuang Pangan dan Gizi Bangsaku. "Artikel Lomba Hari Pangan Sedunia 2015 diselenggarakan PERGIZI PANGAN Indonesia".

Kami cinta Kedaulatan Pangan nasional

Salam Blogger, Sudah saatnya kita sebagai masyarakat indonesia harus memperhatikan dan meningkatkan solidaritas kepada para petani dan Nelayan, Karena saat ini beras dan ikan menjadi simbol dari kesejahteraan dan kestabilan sosial dalam suatu masyarakat. Mari kita memajukan petani dan nelayan, karena merasa selama ini petani dan nelayan masih terpinggirkan

Negara Indonesia dahulu di cap sebagai salah satu negara agraris yang berpotensi memiliki sumberdaya pertanian melimpah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakatnya. Bayangkan pada era 1960-1980 Indonesia merupakan negeri yang mengekspor hasil pertanian ke seluruh dunia. Akan tetapi memasuki abad ke 21 negara Indonesia yang idealnya masih merupakan negara agraris ternyata sudah banyak dibanjiri oleh produk pertanian dari negara-negara lain dikarenakan Produksi pangan semakin menurun. Padahal Indonesia juga punya beras berkualitas, Akan tetapi kebijakan impor beras premium masih terus dilakukan oleh pemerintah.
Aksi Pemuda Peduli Pangan Nasional
Aksi Pemuda Peduli Pangan Nasional
Masalah ini bisa sebagai indikator bahwa produk komoditi Pangan dan gizi yang berasal dari pertanian Indonesia masih kurang mampu untuk bersaing dengan produk komoditi pertanian dari luar. Ini terbukti dari banyaknya hasil impor buah-buahan, sayur sayuran, padi-padian, biji-bijian seperti kedelai dan gandum. Untuk itu demi meningkatkan daya saing para petani dan nelayan dalam negeri. Pemerintah perlu mengupayakan perkembangan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan para petani, nelayan serta para pelaku usaha pertanian lainnya. 

Dalam rangka Peringatan Hari Pangan Seduna (HPS) yang ke 35 pada Tahun 2015 ini yang rencananya akan di selenggarakan di Palembang Sumatera Selatan, Kita dijadikan momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik untuk masyarakat Indonesia maupun dunia. Moment internasional ini setiap tahunnya diperingati oleh ±190 negara anggota organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) yang akan berlangsung dari tanggal 17 - 20 Oktober dengan tema: "Pemberdayaan Petani Sebagai Penggerak Ekonomi Menuju Kedaulatan Pangan".
Selamat Hari Pangan Sedunia 2015
Sejarah Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dimulai sejak Food and Agriculture Organization (FAO) yang menetapkan World Food Day melalui Resolusi Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) No. 1 tahun 1979 yang merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Food and Agriculture Organization (FAO) Conference ke 20, pada bulan Nopember 1979 di Roma, Italia, yang dihadiri oleh 147 negara anggota FAO. Sejak saat itu disepakati bahwa mulai tahun 1981, Seluruh Negara anggota FAO termasuk Indonesia memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) secara nasional pada setiap tanggal 16 Oktober bertepatan dengan tanggal terbentuknya FAO. berikut ini informasi Penyelenggara Hari Pangan Sedunia di indonesia dari Tahun Ke Tahun:
Penyelenggara Hari Pangan Sedunia di Indonesia
Tahun
Kota Penyelenggara (Tuan Rumah)
Tema  Peringatan Hari Pangan Sedunia
2010
Lombok Tengah - Nusa Tenggara Barat
Kemandirian Pangan Untuk Memerangi Kelaparan
2011
Gorontalo - Sulawesi Utara
Menjaga Stabilitas Harga dan Akses Pangan Menuju Ketahanan Pangan Nasional
2012
Palangkaraya - Kalimantan Tengah
Penguatan Kemitraan dalam Mendukung Agroindustri guna Meningkatkan Ketersediaan dan Kemandirian Pangan
2013
Padang - Sumatera Barat
Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Kemandirian Pangan dan Perbaikan Gizi Masyarakat
2014
Makasar - Sulawesi Selatan
Pertanian Bio Industri Berbasis Pangan Lokal Potensial
2015
Palembang - Sumatera Selatan
Pemberdayaan Petani Sebagai Penggerak Ekonomi Menuju Kedaulatan Pangan

Para pemimpin dunia yang hadir dalam pertemuan Hari Pangan Sedunia akan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pemenuhan pangan di lingkup global, regional maupun nasional, Untuk itu perlu dibangun kesadaran kepada seluruh instansi terkait dalam implementasi program-program yang relevan agar pemenuhan pangan dapat secara terus menerus ditingkatkan, baik jumlah maupun mutunya.

Dalam undang-undang No.07 Tahun 1996 Pasal 1 Ayat 17 Tentang Pangan menjelaskan "Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau". Pangan merupakan kebutuhan dan hak dasar yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Pangan meliputi komoditas tanaman, peternakan, dan perikanan yaitu segala sesuatu yang berasal dari sumberdaya hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. 

2 Hal Membangun Kedaulatan Pangan indonesia
2 Hal Membangun Kedaulatan Pangan indonesia
Penyebab utama merosotnya kontribusi sektor pertanian adalah karena kebijakan dari pemerintah terlalu tergila-gila ke sektor manufacturing (otomotif) dan pertambangan, bukan ke sektor Agroindustri. Padahal jika pemerintah serius menyediakan alat dan jasa dalam proses kegiatan untuk menghasilkan produk pertanian. Usaha atau bisnis yang berbasis Agribisnis yang notabennya sebagai subsistem pengolahan hasil pertanian pasti akan berjalan dengan baik. Sehingga kebijakan impor akan di hentikan atau di minimalkan.

Jika mendengar kata "Petani", kebanyakan kalian langsung berfikir ke Padi ? Ya Sekarang ini Komoditas padi menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi ketahanan pangan di Indonesia. Petani pejuang pangan dan gizi bangsaku mengingat saat ini banyak masyarakat yang tadinya menjadikan umbi-umbian sebagai makanan pokok mulai beralih ke padi. Melihat potensi yang begitu besar ini, pemerintah perlu meningkatkan jumlah produktivitas padi mulai dari pembenihan, sistem jarak tanam, irigasi, maupun sistem penanggulangan hama. Namun, pada pratiknya masih banyak ditemukan hambatan seperti penanaman menggunakan benih yang tidak unggul, sistem jarak tanam yang masih terlalu rapat, ketersediaan air yang belum mencukupi kebutuhan padi, dan penanggulangan hama yang masih belum bijak. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan petani tradisional akan sistem tanam padi yang baik dan benar.
Statistik Gizi di Indonesia
Status Gizi
Berdasarkan informasi  dari tahun ke tahun (Persentase)
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2005
Gizi Buruk
10,51
8,11
7,53
6,30
7,47
8,55
8,80
Gizi Kurang
19,00
18,25
17,13
19,80
18,35
19,62
19,24
Gizi Baik
67,33
69,06
72,09
71,10
71,88
69,59
68,48
Gizi Lebih
3,15
4,58
3,25
2,70
2,30
2,24
3,48
Sumber: Badan Pusat Statistik

Bisa kita lihat dalam tabel diatas mengenai Statistik Gizi diIndonesia. Angka gizi buruk masih melekat pada masyarakat indonesia. untuk itu pemerintah selain mengembangkan pangan nasional, harus di perhatikan juga gizi setiap masyarakatnya. Karena masalah Gizi sangat berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan merupakan faktor penentu keberlangsungan setiap makhluk yang hidup untuk mempertahankan hidupnya dari berbagai ancaman. Kualitas ini dapat dicapai melalui keadaan gizi yang baik dan pendidikan yang baik pula. Sumber daya manusia yang kurang gizi, tidak akan produktif, begitu pula dengan tingkat pendidikan yang rendah akan mengakibatkan tidak tersedianya tenaga kerja berkualitas, terampil dan berpengetahuan.

Mengenal Pergizi
Pergizi Pangan Indonesia
Pergizi
Pergizi singkatan dari Perhimpunan Pakar Gizi. Pergizi Pangan Indonesia merupakan organisasi yang didirikan pada tanggal 19 Agustus 1973. Pada mulanya PERGIZI PANGAN Indonesia adalah singkatan dari Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan Indonesia, Akan tetapi pada Kongres PERGIZI PANGAN Indonesia bulan Juni tahun 2013, namanya disempurnakan menjadi Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia dengan menggunakan singkatan yang sama yaitu PERGIZI PANGAN Indonesia. Tujuan Organisasi ini yaitu untuk mewujudkan komunikasi yang baik dan kerjasama yang sinergi dan harmonis dalam berbagai kegiatan pengembangan dan penerapan IPTEKS gizi dan pangan, dan turut membantu usaha pemerintah, swasta dan masyarakat dalam perbaikan pangan dan gizi masyarakat agar dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi serta cara-cara pemenuhan gizi seimbang dalam mengatasi masalah gizi ganda masyarakat Indonesia.

PERGIZI PANGAN Indonesia diharapkan bisa membangun komunikasi dan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan komediti pangan di indonesia sehingga bisa melahirkan dan mengembangkan berbagai inovasi, pemikiran, rumusan kebijakan dan program gizi dan pangan dengan pendekatan multi disiplin, serta percepatan penyampaian informasi gizi dan pangan yang baik dan benar kepada masyarakat dalam rangka turut mewujudkan masyarakat yang sadar gizi, sehat, cerdas, dan kuat.

Salah satu masalah yang sering dihadapi pemerintah dalam membangun pertanian nasional adalah bertambahnya penduduk yang mendorong terjadinya masalah kekurangan tanah. Lahan tanah yang terlalu sempit bagi usaha tani dapat menimbulkan berbagai hambatan dalam pembangunan pertanian seperti produktivitas pangan yang rendah. Lalu masalah apa saja yang sering di hadapi Pertanian di Indonesia ?

  1. Kesediaan air yang minim terkendala karena sistem irigasi yang kurang maksimal
  2. Harga Pupuk organik yang mahal daripada pupuk anorganik (Kimia)
  3. Rendah nya kualitas Sumber daya manusia para petani, karena kurang sosialisasi terhadap pendidikan, pelatihan, dan pembinaan bagi para petani 
  4. Harga Jual yang murah dikarenakan masih panjangnya mata rantai tata niaga pertanian.
  5. Resiko tinggi terhadap hama penyakit,
  6. Kegagalan panen karena dipengaruhi oleh musim seperti banjir, kekeringan dan lain-lain
  7. Lahan sawah yang mulai berkurang karena sudah banyak di buat bangunan
  8. Kurang teknologi  yang dapat mempermudah, mempercepat dan meningkatkan hasil produk-produk pertanian yang digunakan para petani
  9. Pupuk atau benih yang dipakai petani belum efektif dan rendahnya pengembangan benih-benih unggulan.
  10. Kurangnya perhatian dari pemerintah atau instansi dari pihak swasta dalam meningkatkan kesejahteraan para petani.
  11. Banyaknya monopoli terhadap produk pertanian (penimbunan dan lebih memilih produk impor), termasuk para mafia-mafia pertanian yang sangat merugikan para petani
  12. Hasil panen yang berkurang dikarenakan petani lebih menggunakan pupuk anorganik (kimia) karena murah
  13. Biaya Produksi tidak sebanding dengan hasil panen yang sedikit
  14. Kalah bersaing dengan produk impor dikarenakan produk impor yang lebih murah, untuk itu tinggikan harga produk impor
  15. Keterbatasan dalam permodalan dan rendahnya aksesibilitas terhadap sumber permodalan petani
Perubahan lahan sawah menjadi Pemukiman
(Hamparan lahan sawah - Sawah di jual - Lahan sawah di Urug - Pemukiman yang dulunya Sawah)
Urutan Perubahan Lahan Sawah Menjadi Pemukiman





Menurut peneliti Amerika Serikat, pada tahun 2100 nanti, dunia akan memasuki krisis pangan. Prediksi ini bisa saja meleset, Mengingat sekarang sudah banyak konversi lahan pertanian menjadi permukiman (perumahan), industri dan lain sebagainya terus terjadi yang tak seimbang dengan pertambahan penduduk dunia yang melesat tajam. Petani hidup dan mati bangsaku, untuk itu hapuskan produk pangan impor karena produk-produk pangan impor hanya akan meningkatkan ketergantungan konsumen pada produk luar negeri dan secara perlahan menggusur keanekaragaman produk lokal. Di pihak lain, ketergantungan pada produk pangan impor akan mematahkan semangat dan kreativitas petani untuk berproduksi.

  1. Kurang optimal produksi perikanan di ZEEI (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia)  
  2. Minim nya pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) perikanan, karena banyaknya ilegal Fishing
  3. Belum terkelolanya pulau-pulau kecil sebagai kekuatan ekonomi; 
  4. Kurang maksimalnya industri pengolahan perikanan, khususnya di kawasan Indonesia Bagian Timur Indonesia. 
  5. Tidak adanya ketersediaan BBM khusus untuk nelayan dalam produksi dan pembudidayaan ikan
  6. Tidak optimalnya pengawasan undang undang fishing untuk memerangi praktek pencurian ikan di laut Indonesia.
  7. Perlu peningkatan kapasitas SDM kelautan dan perikanan
  8. Sedikitnya armada nelayan perikanan nasional. Kebanyakan kapal ikan yang beroperasi di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI), sekitar 70 persen di antaranya merupakan milik asing
  9. Kurangnya ilmu pengetahuan serta teknologi kelautan dan perikanan
  10. Penataan pembangunan kelautan dan perikanan nasional kurang maksimal. perlu pemulihan sumberdaya ikan secara bertahap perkawasan dan dalam persatuan waktu tertentu.
  11. Batas wilayah laut Indonesia serta jumlah pulau yang belum teridentifikasi.
  12. Pelarangan keras terhadap penggunaan alat:
    • alat tangkap pukat hela, pukat harimau
    • alat tangkap ikan dengan metode merusak karang
    • umpan beracun/kimia/tuba yang mematikan sumberdaya ikan serta karang
    • bahan peledak bom ikan yang merusak karang dan sumberdaya ikan
  13. Banyaknya limbah sampah dari bahan plastik yang tidak terurai dengan cepat. Stop membuang sampah atau limbah ke sungai atau laut
  14. Banyaknya penambangan pasir laut dan pasir besi di laut. karena banyak jenis ikan meletakkan telurnya di pasir untuk berkembang biak. Jika habitat ini rusak sudah tentu memutus ekosistem perkembang biakan ikan.
  15. Perlu penindakan tegas terhadap Penguasaan pulau atau perairan oleh warga Negara asing yang arogansi melarang secara sepihak kepada para nelayan dalam menangkap ikan di sekitar perairan wilayah indonesia.
Macam-macam Pengambilan Ikan Secara Ilegal di Indonesia
Macam-macam Pengambilan Ikan Secara Ilegal di Indonesia
Manfaat yang dapat diambil dalam kegiatan Hari Pangan Sedunia diantaranya; masyarakat luas mengetahui peran pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. karena Petani tulang punggung pangan dan gizi bangsaku tidak boleh di anggap sebelah mata

Banyaknya permasalahan yang membelenggu para petani dan nelayan nasional, bagaikan benang kusut yang tak terurai. Sudah berbagai progam yang di canangkan pemerintah, serta miliaran rupiah telah digelontorkan untuk mengatasi petani dan nelayan dari kemiskinan, Namun kenyataannya belum membuat mereka hidup layak. Lalu apa sebenarnya yang salah? Entahlah. Semoga saja dengan adanya momen peringatan Hari Pangan Sedunia bisa menyadarkan kita semua agar gemar makan-makanan lokal.... Selamat hari pangan sedunia ....

Tags: HARI PANGAN SEDUNIA: Petani Pejuang Pangan dan Gizi Bangsaku. "Artikel Lomba Hari Pangan Sedunia 2015 diselenggarakan PERGIZI PANGAN Indonesia". HARI PANGAN SEDUNIA. Produksi pangan. Pangan dan gizi. Petani pejuang pangan dan gizi bangsaku. Petani hidup dan mati bangsaku.  Petani tulang punggung pangan dan gizi bangsaku. #Haripangansedunia Palembang Sumatera Selatan

143 komentar:

  1. Waaah ulasannya lengkap banget mas achmad,,, mantabs,,, tanah kita yang agraris mau tanam apa juga is okey, aspek pangan itu harusnya kita juara ya, hehe,,, yah semoga masalah yang mendera pertanian kita semoga teratasi ya, kalo sudah teratasi mungkin kita akan menjadi maung di bidang pangan ini dan petani kita sejahtera, hehe, yup budayakan gemar makan-makanan lokal setuju bingit sama penutupnya ini mas... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mas Diar... Sudah seharusnya kita mengembalikan masa Swasembada pangan seperti dahulu kala. Indonesia sebagai negara agraris, Negara yang sangat berlimpah dengan kekayaan sumber daya alam. kenapa harus merasakan krisis pangan pada masyarakat... Julukan swasembada pangan kini semakin memudar seiring menurunnya produksi pangan di indonesia, dikarenakan banyak masyarakat dan pemerintah lebih memilih produk impor.

      Delete
    2. Setuju sama siapa tuh mas... sama mbah selong kah... hehe

      Delete
  2. banyak sumber pangan yang melimpah di Indonesia, seandainya bisa dikelola dengan baik, mestinya kita bisa mandiri dengan pangan produksi sendiri

    pemaparannya detil mas, makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sumber daya alam yang melimpah jika tidak dikelola dengan baik, sangat disayangkan sekali, Pemerintah harus memprioritas pembangunan pangan. Supaya semangat petani pangan dalam negeri tak redup di tengah banjir produk pangan impor yang murah...

      Delete
    2. iya mas, dengan kebijakan mengurangi pemakaian impor, sudah bisa mengembangan kesejahteraan kaum tani

      Delete
    3. terus dan selalu saja seremonial berlangsung, hingga para pemimpin dunia pun melakukannya dengan membuat hari pangan sedunia, tapi apa yang terjadi pada para petani sebagai unjung tombak pangan dunia? khususnya para petani Indonesia tetap saja kere...yang kaya atas pangan tetap saja para tengkulaknya

      Delete
    4. nah itu dia mang, mata rantai komuditas pertanian masih sangat panjang sekali, sehingga membuat pendapatan para petani sedikit sekali... para tengkulak hanya bisa mengambil keuntungan diatas penderitaan para petani...Sangat miris sekali ya mang

      Jadi kalau menurut saya ketahanan pangan tidak selalu berpengaruh positif terhadap kesejahteraan para petani, akan tetapi kesejahteraan petani akan menjamin ketahanan pangan nasional...

      Delete
  3. Replies
    1. Iya Selamat hari pangan sedunia, semoga indonesia bisa membangkitkan kembali swasembada pangan...

      Delete
  4. Pemerintah kurang memperhatikan nasib petani, sekarang area pesawahan sudah terseret perumahan yang padahal belum diisi itu rumah-rumahnya, indonesia memiliki tanah yang subur tapi sayangnya tidak diperhatikan oleh pemerintah, saya berharap indonesia bisa membangun pertanian yang kuat, jangan kirim pangan dari luar, negara kita mampu produksi pangan sendiri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemerintah memang sudah menargetkan akan mencapai swasembada pangan dalam beberapa tahun kedepan, semoga dengan target ini bisa memastikan bahwa profesi sebagai petani juga bisa makmur dan sejahtera sehingga profesi petani dapat menjanjikan buat masa depan.

      Delete
    2. ya saya setuju sekali, jangan kota terus yang diperhatikan, desa juga, karena desa potensinya itu pertanian mas, kaya didesa saya lah yang sekarang sudah rada kebabad sama perum.heuheu

      Delete
    3. Memang desa identik dengan pertanian...tapi dengan banyaknya lahan-lahan sawah yang diprediksi akan beralih fungsi menjadi lahan bangunan, bisa jadi desa akan seperti di kota kota besar...lahan pertanian akan semakin langka mas...

      Delete
  5. kalo negara ini memang kurang mendukung para petani dan nelayan indonesia, seandainya negara ini bisa sekompak negara2 maju.. mungkin keadaan petani dan nelayan diindonesia tidak akan terkucilkan seperti yang sekarang sedang terjadi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan saja keadaan para petani bisa makmur seperti orang yang berprofesi di kantoran atau di PT... Ini sudah menjadi tanggung jawab Kementrian Pertanian dan seluruh masyarakat untuk mengkonsumsi makanan lokal... pemerintah juga perlu membrantas para mafia yang bermain dalam sentra pupuk dan bibit yang menyengsarakan petani...

      Delete
  6. mkenurut saya mah mah pertanian yang kedepannya bakal bikin sejahtera.
    saya pernah juga mas bikin tulisan tertang pertanian.
    menurt saya sektor pertanian di indonesia harus di unggulkan dan properti di kurangi dgn demikian maka kita akan jadi raja di kemudian hari. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah seharusnya Indonesia bisa mengendalikan Pangan ke tingkat nasional maupun internasional. Kita sebagai penikmat hasil kerja petani hanya bisa berdo'a. agar pemerintah bisa menyelamatkan pertanian dan kedaulatan pangan untuk pemenuhan kebutuhan nasional. Sudah banyak kebijakan dan program pangan dan pertanian yang dicanangkan pemerintah akan tetapi swasembada pangan belum juga terealisasi...

      Delete
  7. petani, mungkin itu kata yang jarang sekali atau bahkan tidak pernah dipakai oleh anak2 sekolah dalam menulis cita-citanya. mereka lebih suka menggunakan kata polisi, dokter, pengusaha, dll.

    dalam hal,ini petani hanya menjadi objek politik. mereka tidak bisa menekan pasar, tapi ditekan. tidak bisa memberi harga, tapi menerima harga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin anak-anak berpandangan kalau Petani itu miskin, Pertanian Indonesia saat ini jauh tertinggal apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita,
      Bener sekali, sekarang produksi pertanian dan harga kebutuhan hidup petani lebih besar dibandingkan peningkatan harga hasil jeripayah pertanian, itu yang membuat kesejahteraan pertanian berkurang...

      Delete
  8. semoga bisa teratasi dengan baik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sehingga negara indonesia bisa menjadi negara penghasil pangan terbesar... Pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan untuk menunjang produktifitas pertanian. semoga saja program-program kebijakan tersebut berjalan dengan efektif

      Delete
  9. irigrasi yang masih belum memadai merupakan faktor utama hasil pertanian di indonesia yang terus merosot,sehingga negara yang seharusnya surplus pangan menjadi defisit pangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk membangun sebuah swasembada pangan memang butuh dukungan berupa infrastruktur seperti irigasi, Kerusakan saluran irigasi di berbagai wilayah kurang mendapat perhatian pemerintah, sehingga hasil pangan pun berkurang :D

      Delete
    2. betul sekali mas, salah satunya di daerah saya yang tidak ada pengairan irigasi kalo pun ada tapi tidak dirawat sehingga ketika musim kemarau seperti sekarang ini banyak dari para petani yang gagal panen..

      Delete
    3. Perlunya perhatian pemerintah terhadap pengairan yang ada di persawahan menjadi langkah awal dalam memenuhi hasil produksi pertanian diIndonesia

      Delete
  10. Selamat hari pangan sedunia juga mas achmad :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat Hari Pangan Juga Mba Wida... :D Apa harapan mba wida dalam memperingati hari pangan sedunia?

      Delete
    2. Kalau saya sih memperingati hari pangan, yang penting bisa makan. hiihihihi

      Delete
    3. nah itu juga perlu... yang penting bisa memenuhi kebutuhan hidup dan tidak langka mencari pangan...

      Delete
  11. Semoga indonesia kedepannya terbebas dari masalah pangan mas ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya amin...krisis pangan yang terjadi saat ini bukan karena produktivitas pertanian, melainkan banyak pengaruh dari mafia-mafia yang bekerja sama dengan aparatur pemerintah, yang mengakibatkan kebutuhan pangan di Indonesia terkesan tidak dapat terpenuhi dengan produksi dalam negeri.

      Delete
    2. Ya semoga berlimpah beras
      Hidup susah lepas
      Bahagia dan terbebas

      Delete
    3. Kesejahteraan para petani
      Harus segera terpenuhi
      Agar tidak ada petani yang beralih profesi
      Supaya meningkatkan hasil produksi

      Delete
  12. dengan semangat hari pangan sedunia ini moga aja para pimpinan kita bisa mencari cara agar negeri ini menjadi pengekspor pangan lagi bukan pengimport seperti saat ini yamas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mang, dengan memperingati hari pangan sedunia. kita dan pemerintah bisa memberi semangat ke para petani agar terus terpacu untuk produktif sehingga volume produksi pangan Indonesia akan meningkat kembali, dan bisa mengurangi ketergantungan bangsa Indonesia terhadap import beras ke negara tetangga.

      Delete
  13. Replies
    1. Iya selamat hari pangan sedunia...semoga target pemerintah mengenai kedaulatan pangan bisa menjadikan In­donesia sehat dengan pangan yang bergizi

      Delete
  14. bagaimana mau kedaulatan pangan,,, wong lahannya di bakar terus,,, lahannya jadi tambang dan berbagai masalah yang laiinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu permasalahan yang harus segera diatasi oleh pemerintah, Keprihatinan yang sedang dihadapi sekarang ini adalah pertumbuhan penduduk yang membuat lahan pertanian semakin sempit, apalagi dengan banyaknya lahan yang salah digunakan. untuk itu dengan peringatan hari pangan sedunia, sekecil apapun tindakan yang kita lakukan dalam mengembangkan pangan nasional, berarti kita telah ikut berkontribusi membangun kesejahteraan masyarakat....

      Delete
    2. setuju mas,,, dulu kalo tidak ada lahan untuk menghasilkan pangan,,,, lantas kita mangan apa??

      Delete
    3. Jika tidak ada lahan yang menghasilkan pangan, kita akan tergantung dari luar melalui impor makanan...

      Delete
    4. impor sepertinya bukan solusi yang baik.... mungkin lebih baik kita tarik investor untuk lahan industri tani :D

      Delete
    5. Memang investasi pada sektor pertanian sangat diperlukan agar pembangunan di sektor pertanian dapat dilakukan dan dimaksimalkan dengan baik.

      Delete
  15. Selamat hari makan, eh pangan sedunia! :) Semoga negara kita bisa meningkatkan tingkat ekspor hasil pertaniannya. Dan semoga agroindustri gak diduakan lagi, semoga lebih diperhatiin. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, mba icha sepertinya hobi makan ya.... Amin semoga dalam jangka panjang pasar persaingan pangan negara kita bisa lebih baik lagi... Jadi ngga bergantung dengan produk impor...

      Delete
  16. wacana dan konsep-konsep dalam meningkatkan ketahanan pangan itu sudah sering dibahas di beberapa lembaga tinggi pemerintahan , cuma yang menjadi kendala itu surve kelapangan yang kurang maksimal , jadi target-target yang prioritaskan ke produktifitas pangan itu kadang tepat kadang meleset...he..he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya teknologi dan inovasi yang dibangun pemerintah untuk petani dalam rangka mewujudkan swasembada pangan sudah dilakukan untuk kesejahteraan petani...akan tetapi ang terjadi malah nilai import pangan ke negara kita selalu menunjukkan peningkatan yang sangat dahsyat

      Delete
  17. saya ucapin selamat hari pangan sedunia mudahan negeri ini menjadi negeri yang tak kekurangan pangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. mudah mudahan dengan hari pangan sedunia bisa memberikan penyadaran kepada masyarakat agar lebih memilih produk Lokal

      Delete
  18. Ternyata sekarang Hari Pangan Sedunia ya Mas, Selamat Hari pangan Sedunia, semoga dengan Hari perayaan Hari Pangan ini Indonesia bisa menjadi negara Swasembada di sektor pertanian, tentunya dgn dukungan dan partisipasi aktif semua pihak ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya hari pangan sedunia jatuh pada tanggal 16 oktober kang, Tapi masyarakat sudah banyak yang merayakan nya sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan nasional, serta memberikan dorongan, motivasi dan harapan kepada para petani, agar tetap semangat memperjuangkan nasib pangan nasional...

      Delete
  19. Apalagi tahun ini
    Para petani sedih hati
    Tanaman pada mati
    Tidak ada hujan dan keringnya air dikali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Petani akan tetap berjuang
      Meski sedikit lahan untuk berladang
      Demi stabillitas pangan agar tidak berkurang
      Semoga petani berjaya di masa mendatang

      Delete
  20. Selamat hari pangan sedunia yang ke 35. Semoga Negeri tercinta Indonesia ini bisa berswasembada pangan. Tidak perlu swasembada di segala bidang dan target yang muluk-muluk, raih target swasembada sembako dulu aja, biar rakyat bisa hidup lebih sejahtera lagi. Dan untuk pejuang pangan negeri ini, para petani kita, semoga di hari pangan sedunia ini, menjadi titik balik untuk memperbaiki taraf hidup.

    Jangan siksa mereka dengan pupuk mahal, harga benih mahal, harga jual murah, kalah saingan harga dengan produk import yang kualitasnya tidak lebih baik dari produk lokal.

    Hehehe maaf Mas Achmad Fazri jika pidato saya terlalu menggebu-gebu. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya selamat hari pangan sedunia Mas Dory, Petani perlu adanya suatu pengelolaan yang bijak dan nyata dari pemerintah, Semoga di masa akan datang, swasembada pangan menjadi nyata, serta tidak lagi bergantung pada produk impor.

      Jangan biarkan harga pupuk melonjak, karena itu bisa menjadi suatu hambatan, petani memang selayaknya perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. termasuk dari pemerintah agar menyejahterakan para petani sehingga Say No To Impor cepat terealisasikan..

      Bagus mas, uangkapkan saja, demi mensejahterakan Petani...

      Delete
  21. SETUJU kedaulatan pangan berbasis agribisnis kerakyatan.
    Indonesia punya byk ahli di bidang pertanian, pangan. Sdh shrsnya lebih "dihargai" d negri sendiri untuk bersama2 membangun nusantara.

    Lalu petaninya juga diajak makmur bersama, insya Allah berkah.

    Negara agraris masa impor beras?

    Mantabz mas tulisannya. Salam Indonesia Raya !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan Para Intelek (kaum pelajar teladan) malu untuk terjun langsung ke para petani...Tentunya ini tidak boleh dibiarkan, Jangan sampai kesejahteraan petani berkurang, sehingga para petani meninggalkan profesinya sebagai petani. yang ada malah terjadi krisis pangan...
      Iya kalau petani sejahtera, berarti pemerintah berhasil menjalankan programnya mba...
      Kesejahteraan para petani harus diutamakan, apabila pemerintah ingin berniat untuk terus dalam kondisi swasembada pangan. Stop impor dari negara-negara lain.

      Salam Indonesia Sejahtera....

      Delete
  22. indonesia tanah air beta, pusaka abadi jaya, harapannya semoga indonesia harus andil dalam mengatasi krisis pangan, bahkan krisis apa aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harapan masyarakat bisa menjadi semangat para petani...Karena para petani harus terus dimotivasi agar dapat meningkatkan produktivitas kerjanya, sehingga kualitas hasil pertanian akan terus meningkat...

      Delete
  23. Maslah yang dihadapi dalam sektor pertanian banyak sekali ya, mulai dari semakin menyempitnya lahan, mahalnya pupuk, kegagalan panen dan lain-lain. Akhirnya sangat berpengaruh pada nilai jual ya kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sekali kang, sempitnya lahan pertanian yang di konversi ke non-pertanian ini semakin tidak terkendali, belum lagi kendala dalam penyediaan pupuk organik ataupun cara mendapatkan bahan penggantinya, Peran pemerintah sangat di perlukan sekali dalam menghadapi fenomena ini...

      Delete
    2. Pihak pemerintah mesti cepat dan tanggap menghadapi masalah tersebut ya kang :D

      Delete
    3. Iya kang, tapi juga harus didukung oleh masyarakat yang memiliki pemikiran untuk meninggalkan kebiasaan bangga mengkonsumsi produk impor....

      Delete
  24. semoga indonesia lahan pertanian nya semakin makmur, tidak ada kekurangan lagi, kadang sedih kalo harga udah pada mahal, padahal lahar pertanian indonesia paling luar, tapi mungkin seperti yang udah di jelaskan, karena mahal nya biaya produksi dan pupuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, mudah mudahan kesejahteraan petani lebih di tingkatkan, karena kalau tidak, akan berpengaruh ke menurunnya produksi pertanian, yang berdampak pada meningkatnya harga pangan.

      Delete
    2. iya benar mas, aduh maaf ya tadi ketikan komentar saya typo, alias salah hehe,, semoga petani semakin sejahtera dan lebih baik lagi

      Delete
    3. Tidak apa-apa mba, saya juga sudah tau maksudnya kok, semoga kebijakan dan program pemerintah dalam mensejahterakan kaum tani bisa berjalan dengan baik...

      Delete
  25. Replies
    1. Syukurlah sekarang sudah tau kan... :D semoga di peringatan HARI PANGAN SEDUNIA: Petani Pejuang Pangan dan Gizi Bangsaku ini pemerintah dapat mensejahterakan para petani dalam menstabilkan perekonomian di indonesia

      Delete
  26. selamat buat para petani semoga semakin sukses dan subur amiin.. terimakasih kang sudah berbagi artikelnya.selamat pagi saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin kang... mudah mudahan dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Para petani Indonesia bisa mendapatkan penghidupan yang layak...

      Delete
  27. Semoga dengan adanya kegiatan Hari Pangan Sedunia ini pemerintah kita bekerja nyata untuk kemajuan bangsa dan tanah air ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, Semoga kegiatan Hari Pangan Sedunia, Wancana pemerintah dalam mensejahterakan petani bisa terlaksana. demi terciptanya negara kedaulatan pangan... Program yang harus dilakukan pemerintah dalam meningkatkan pangan lokal dengan cara memperluas area pertanian sehingga akan meningkatkan produktivitas hasil pertanian

      Delete
  28. Semoga dengan moment hari panan sedunia pemerintah lebih memperhatikan petani terutama masalah harga jual sehingga bisa meningkatkan taraf hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya semoga pemerintah bisa memperbesar subsidi ke para petani, memberi perhatian kepetani, serta mau membantu kepentingan-kepentingan petani dan juga para nelayan. Sehingga ketahanan pangan nasional dapat diterwujud agar kesejahteraan petani dan nelayan dapat terealiasai...

      Delete
  29. Jadi bener ngga bro kalau saya bilang, masalah utama pangan di indonesia itu adalah kurang memadai nya infrastruktur yang disediakan pemerintah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sekali mas bro...selain masalah insfrastruktur yang belum memadai, ada permasalahan yang harus segera diatasi, seperti Keterbatasan pupuk atau bibit unggul sehingga menyebabkan kualitas hasil pertanian yang rendah, Kurangnya pengetahuan dan informasi teknologi pertanian yang mengakibatkan pada minimnya pengembangan komoditas hasil pertanian seperti yang sudah saya jelaskan diatas :D

      Delete
  30. Iya nih benar. Bahkan sarjana pertanian pun sekarang malah lebih memilih berdagang.. karena di bid pertanian merasa sedikit keuntungan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti harus gimana dong mba Arum supaya pertanian bisa lebih sejahtera? karena meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan sama saja menyelesaikan 40 persen permasalahan kemiskinan di Indonesia loh :D

      Delete
    2. lagian sekarang juga kebanyakan orang ogah jadi petani,, padahal sebenarnya jadi petani itu menyenangkan... saya sebagai petani berfikir bahwa mungkin kalau pengen petani sejahtera, mungkin harus ada inovasi baru dalam dunia pertanian,,, seperti misal,, menciptakan jenis padi baru yang bisa dipanen dalam umur 30 hari.... yah ini cuman pendapat aja sih

      Delete
    3. Wah ide bagus tuh mas Ahmad Zaelani...membuat inovasi baru dengan menciptakan Varietas padi unggul yang bisa panen 30 hari... semoga bisa beneran terjadi mas. semua perlu dukungan dari oleh pemerintah dengan para Menteri Pertanian...

      Delete
  31. Wah, buat lomba ya ini? Semoga menang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba... sekaligus ingin memberi semangat untuk para petani dan nelayan di indonesia agar lebih sejahtera. sehingga program swasembada pangan di tahun depan bisa terlaksana...

      Delete
  32. dari artikel ini saya dpt bnyk informasi tentang masalah pertanian dan perikanan di negara kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa ikut mensupport para petani dan nelayan, agar efektif dalam mengelola lahan pertanian...

      Delete
  33. Mendapatkan online pinjaman adalah salah satu hal yang paling sulit seseorang pernah bisa bertemu dalam hidup. Aku menyia-nyiakan ribuan mencari pemberi pinjaman asli, masyarakat umum harus waspada dan tahu siapa Anda mengirim email, karena pemberi pinjaman asli jarang terjadi. Aku hidup untuk bersaksi dan mengarahkan orang-orang yang peduli untuk mendengar dari saya. mendapatkan pinjaman Anda dari (osuom.loancompany@europe.com) dan menghubungi saya jika Anda ingin. linda.andersson808@gmail.com
    Tuhan memberkati.

    ReplyDelete
  34. mas oot dulu ya. salam kenal. mudahan dgn adanya peringatan kaya gini nih menjdikan kita sadar akan kebutuhan pangan harus di kelola sendiri jgn impor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Salam kenal kembali...Amin, semoga pemerintah bisa mengembangkan sektor pertanian nasional, sehingga selain meningkatkan produktivitas pertanian, bisa juga mensejahterakan para petani

      Delete
    2. mudahan mas lahan yang kebakar itu bisa segera pulih dan bisa jadi lahan produktif

      Delete
    3. Amin, memang perlu ketegasan pemerintah dalam membuat lahan produktif...

      Delete
  35. Diskusinya makin rame nih.... yaa udah saya tak nyimak aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berhubung belum menulis artikel lagi, mari berdiskusi mengenai masalah pertanian di Indonesia

      Delete
  36. kayaknya bukan cuma beras deh, harus nya kita lebih milih konsumsi produk lokal daripada impor. toh barang lokal ga kalah bagus dan yang paling penting, barang lokal harganya lebih manusiawi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak produk pangan yang impor seperti daging kedelai dan masih banyak lagi...masalahnya perlu kesadaran dari masyarakat, jangan bangga dengan produk impor, karena produk lokal juga berkualitas :D

      Delete
  37. Penyedia sumber pangan utama tapi taraf hidup petani justru berada di tingkat bawah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, padahal petani profesi yang bisa memberikan manfaat pangan kepada masyarakat...akan tetapi malah kurang di perhatikan oleh pemerintah...Pertanian yang baik akan tercipta jika para petani dan pemerintah bisa mengelola bisnis pertaniannya dengan sangat baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya petani

      Delete
  38. Semoga masalah-masalah yang dihadapi cepat terselesaikan ya. Karena, setuju sekali, penyadiaan pangan yang sehat itu penting! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, mudah mudahan pemerintah bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi para petani sekarang ini....karena komediti pertanian merupakan salah satu tumpuan bangsa ini dalam memberikan kontribusi pangan yang baik dan sehat

      Delete
  39. keren nih, lengkap banget pembahasannya :D

    ReplyDelete
  40. Salah satu masalah lahan di Sumatra yang menyebabkan kebakaran hutan kan karena alih konversi lahan juga yang berlebihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Hutan memang notabennya untuk melestariakan hewan dan tumbuhan... kalau hutan habis di bakar, bukan tidak mungkin hewan dan tumbuhan langka akan punah....Syarat petani dalam mewujudkan pembangunan ketahanan pangan bangsa adalah dengan cara pemerintah mengembangkan lahan pertanian yang produktif...

      Delete
  41. sayangnya nelayan di indonesia kurang dihargai gan. contohnya saja ikan di mall-mall yang hasil impor lebih laris dari ikan pasaran. hal ini disebabkan sudah jeleknya nama penjual dari pasaran, banyak ikan-ikan yang diberi pengawet seperti formalin, dll. jadinya masyarakat kurang percaya dengan hasil-hasil yang dijual dipasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya penjual di indonesia begitu kreatif sekali ya, sebenarnya penghasil pangan di indonesia sangat baik, namun proses penjualannya yang tidak terkoordinasi dengan baik, tidak seperti pangan impor yang memiliki marketing yang sangat bagus...

      Delete
  42. wah blognya inspiratif banget mas ! baru pertama kali main ke blog wawasan kaya gini dan seru juga bacanya hehe (biasa blogwalking di fashion aja) anw infonya sangat lengkap . thank you for sharing

    www.sabrinamaida.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih ya, maaf lambat merespon, pasti akan saya support kembali... Siap menuju TKP...

      Delete
  43. Mengulas tentang dunia pangan, jadi inget masa kecil saya dijaman order baru dulu. Pemerintah sering banget terlihat turun tangan ke area pertanian kang. Gak seperti akhir-akhir ini, apa mungkin karena dulu media publikasinya yang masih itu-itu saja ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kangen masa masa orde baru ya kang, walaupun pemimpinnya korupsi, tatapi masyarakatnya selalu terjamin kemakmurannya, kalau sekarang kebanyakan hanya cari sensasi... bukan dari hati untuk membantu rakyat miskin...

      Delete
  44. Wah komplit deh ulasannya mas
    Yah mau gak impor gmna mas, pemerintahnya juga kurang mensuport petani dan nelayan di Indonesia, jadi gak wajar banyak kebutuhan yang kurang terpenuhi akhirnya harus import barang dari luar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serba salah ya, tidak impor tapi kebutuhan masyarakatnya nya akan kekurangan, impor barang akan menyengsarakan profesi agribisnis (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dll). Pemerintah perlu mengalokasikan subsidi khusus untuk sektor pertanian dan perikanan

      Delete
  45. kang sampean itu guru apa dosen sih,,, panjang banget... :D lah pokoe hidup petani... perhatikan kesejahteraan petani dan stop import !!! ... *duh jadi kayak kampanye wkwkw
    pokonamah petani kudu diperhatikeun.... heheh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya mah hanya masyarakat biasa aja mas, iya memang pemerintah harus memberhentikan pangan impor dan membekali para petani dengan teknologi serta akses terhadap varietas unggul yang berkualitas. karena dengan begitu bisa menjadi kunci keberhasilan pengembangan industri pangan nasional

      Delete
  46. Kasihan petani Indonesia sudah kerja keras penghasilannya ngga seberapa.. Negeri kita punya banyak lahan tapi tidak punya teknologi tinggi untuk mengolah hasil pertanian agar punya nilai jual yang tinggi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kasian banget ya, sudah bekerja dengan keras, namun penghasilannya sangat sedikit, sebenarnya masalah ini bisa di atasi dengan memutus mata rantai penjualan pertanian yang panjang ke para tengkulak ... karena proses penjualan yang sangat panjang, penghasilan petani sangatlah kecil sekali

      Delete
  47. Orang bilang tanah kita tanah syurga.
    apalah artnya tekhnologi yang semakin canggih bila kebutuhan pangan masih mengandalkan dari orang lain ya mas?
    sepinya desa adalah modal utama untuk bekerja dan mengembangkan diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal lahan negara kita sangat subur, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik ya... Pemerintah harus mengubah pandangan bahwa menjadi petani bukan pekerjaan yang kotor karena bergelut dengan lumpur dan tanah. pemerintah harus mensubsidikan peralatan mesin modern...

      Delete
  48. infonya lengkap dan mudah dimengerti sekali nih
    terimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali, mudah mudahan pemerintah bisa mengembangkan keterampilan petani dalam memproduksi pupuk organik, sehingga tidak ketergantungan dengan pupuk anorganik...

      Delete
  49. artikelnya mantap dan lengkap mas...
    kita masih kelaparan di lumbung padi nih mas... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih banget ya mba jadi merasa terhina karena tak mampu buat pangan di rumah sendiri....

      Delete
  50. Terimakasih mas Bimo Aji. iya lahan pertanian sekarang sudah banyak di konversikan menjadi pemukiman. Pertanian di indonesia bagaikan masih dalam masa penjajahan, banyak eksploitasi yang dilakukan oleh para pemimpin pemerintah. Para petani dipaksa untuk bekerja di untuk mencapai swasmbada pangan dengan upah yang sangat minim dengan beban kerja yang sangat tinggi.

    ReplyDelete
  51. sekarang banyak pesawahan yang dijadikan perumahan gitu mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lahan pertanian sekarang sudah banyak yang di konversikan ke pemukiman, Tapi setidaknya pemerintah bisa membantu petani dengan cara menciptakan bibit unggul yang cepat panen, dan tahan terhadap hama penyakit...

      Delete
  52. Luar biasa ya jasa dan perjuangan para petani kita, sehingga kita bisa menikmati nasi yang kita makan sehari hari. Salut sama para petani semoga makin jasa dan sukses pertanian nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin...Potensi dari bidang agribisnis di Indonesia seperti pertanian masih sangat besar karena masih banyak yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. semoga petani bisa turut makmur...

      Delete
  53. saya jadi bingung sebenarnya indonesia melangkahnya mau kemana sih?mau ke pertanian atau pembangunan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kalau bisa keduanya harus berimbang mas, swasembada pangan oke, pembangunan infrastruktur juga yesss...

      Delete
  54. Replies
    1. Betul...keduanya harus di fokuskan untuk menjadikan bangsa yang lebih baik lagi

      Delete
  55. Tulisannya mantep deh, ulasannya lengkap sekali. Terima kasih sudah berbagi pengetahuan tentang pangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama sama. mengingat masih dalam rangka hari pangan sedunia... saya hanya ingin profesi agribisnis semakin membaik... jadi tidak ketergantungan sama produk impor

      Delete
  56. Kasihan para petani, kemarau berkepanjangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemarau bukan hanya membuat kasian para petani, tetapi ke semua masyarakat, memang butuh sistem perairan yang baik. agar tidak kekeringan di saat kemarau melanda...

      Delete
  57. Total bgt mas fazri tulisannya....
    Sebenarnya aku pengen jdvpetani...petani ikan tapinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasi ya.... berarti ingin jadi petani dong... semoga pertanian dan para nelayan bisa lebih makmur kehidupannnya... sehingga banyak orang yang ingin menjadi profesi petani atau nelayan...

      Delete
  58. Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul " HARI PANGAN SEDUNIA: Petani Pejuang Pangan dan Gizi Bangsaku " .
    Saya juga mempunyai jurnal yang sejenis dan mungkin anda minati. Anda dapat mengunjungi di Indonesia by Universitas Gunadarma

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar Sahabat. Jangan malu untuk menulis komentar. Pembaca yang baik akan selalu berkomentar Positif. Semoga komentar anda dapat memberi inspirasi bagi penulis. Dimohon untuk tidak berkomentar dengan Kata-kata yang dianggap tidak sopan. "Komentar Akan di Moderasi" Terimakasih dan Mohon Maaf Jika Komentar Lambat di Respon... Tinggalkan jejakmu Dibawah ini:

Terima Kasih Sudah Menyempatkan Waktu untuk Berkomentar

free counters
Memuat...